Ketika Malas Menyapa dan Solusinya

Pernah mengalami rasa malas? tentu saja pernah. saya sendiri bahkan sering mengalaminya. apalagi saat ini saya kuliah di Politeknik yang jadwalnya padat banget. seperti seorang pekerja. kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. suntuk? iya. bosan? iya. Akan tetapi dalam hati bilang. apalah artinya jika tidak bisa meminimalisir perasaan malas ini.

Aku juga tau kawan kalau rasa malas datang, weees udahlah. jadi gak fokus, tiba-tiba pelajaran jadi bleng bahkan tertidur (kebiasaan mahasiswa ni. kebiasaan kalian juga ya? hayoo ngaku??)
bahkan teringat dulu perkataan guru sewaktu di smk “Kalaulah obat malas itu ada, pasti udah dibeli sama kita-kita ini berapapun harganya.”

kadang kalau dipikir-pikir benar juga yaa. apalagi untuk orang yang beruang. *eh maksudnya yang memiliki uang 😀 tapi ya kenyataan tidaklah seperti itu kawan. karena malas ini terkait masalah hati dan tekad.

kalau dari saya, ada nih solusi ketika kamu lagi malas:
1. Cuci Muka
Cuci Muka dapat membuat lebih segar, dan fikiran jadi lebih fresh

2. Berwudhu
apabila cuci muka gak mempan. dan kelas atau tempat kerja gak jauh dari musholla. tak ada salahnya untuk berwudhu. ini jauh lebih baik. seluruh anggota tubuh kita yang terkena air langsung segar bugar dan jika diniatkan ikhlas karena Allah, maka berkah pula wudhu kita. dan memang dianjurkan ketika menuntut ilmu hendaknya berwudhu dahulu.

3. Minta temanmu untuk mengagetkanmu atau mencubitmu.
Biasanya ini kalau udah mulai ngantuk2 ni. minta temanmu hal yang demikian, maka kamu akan terkaget karena terkejut dan sejenak mata bisa melek.

4. Tetapkan motivasi dan tekad yang kuat.
Tanam motivasi kepada diri kita untuk tidak malas belajar. ntah kamu dapat quote dari ilmuwan, ustadz, atau orang terkenal lain.

kalau saya pribadi, ketika lagi malas. teringat nasehat dari Imam Asy-Syafi’i.

nasehat-imam-syafii

hikmah yang dapat saya ambil dari quote beliau adalah: biarlah sekarang ini kita lelah dalam belajar, lelah dalam menuntut ilmu daripada kita menanggung resiko akan ini (misal: kita tidak bisa memberikan solusi atas permasalahan kawan yang berhubungan dengan studi kita, tidak paham dalam implementasi ke masyarakat).

tidak cukup hanya sekedar tau hikmahnya tapi benar-benar harus diazamkan dalam hati. tekatkan dalam hati. maka semoga Allah mudahkan kita untuk menjauhi rasa malas.

Note:

cara ini tidak sepenuhnya ampuh. karena suasana hati saat itu pasti berbeda-beda.
Akan tetapi yang terpenting Niat dan Tekad kita untuk menjauhi rasa malas tersebut.

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *